Ternyata Ini Penyebab Terjadinya Vertigo. Sudah Tahu, Belum?

Kesehatan

Vertigo bukanlah nama sebuah penyakit. Vertigo merupakan sebuah gejala adanya berbagai macam penyakit. Apa, sih, vertigo? Menurut hellosehat, vertigo adalah keadaan di mana seseorang merasa lingkungan sekitarnya berputar atau melayang sehingga membuat penderita mengalami kehilangan keseimbangan. Penderita juga kesulitan untuk berdiri bahkan berjalan. Gejala vertigo bisa terjadi dalam waktu beberapa menit, jam, bahkan hari.

Apa, sih, penyebab terjadinya vertigo? Secara umum, vertigo terjadi karena disebabkan oleh gangguan pada telinga bagian dalam atau dikenal dengan nama vestibular neuronitis. Hal ini dapat memicu terjadinya masalah keseimbangan tubuh. Vertigo juga bisa disebabkan oleh masalah pada area otak. Selain itu, penyebab umum lainnya penderita vertigo adalah trauma di kepala, migrain, gangguan otak, obat-obatan yang bisa menyebabkan kerusakan pada telinga, penyakit Meniere, dan BBPV. Vertigo lebih rentan terjadi pada seseorang yang memiliki kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol.

Bagaimana gejala yang timbul oleh penderita vertigo? Vertigo memiliki beberapa gejala, seperti pusing, kepala serasa berputar atau melayang, sakit kepala, berkeringat, mual, muntah, telinga berdenging, gerakan mata yang tidak normal, dan sensasi seperti akan jatuh. Gejala lain vertigo yang lebih parah bisa berupa kesulitan berbicara, kesulitan berjalan, demam, penurunan kesadaran, respons melambat, anggota tubuh merasa lemah atau lemas, dan penglihatan menjadi berbayang.

Sama saat seperti mendiagnosis penyakit, dokter akan bertanya mengenai gejala, apa yang dirasakan oleh penderita, riwayat medis, cedera kepala, dan lainnya yang berhubungan dengan gejala atau penyebab vertigo. Ada beberapa cara atau metode yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis vertigo menurut halaman hellosehat. Berikut ulasannya!

  1. Tes Romberg

Metode ini dilakukan pada seseorang dengan berdiri menggunakan kedua kaki dan dirapatkan. Awalnya kondisi mata terbuka dan kemudian dokter akan menyuruh menutup mata selama 20-30 detik.  Seseorang mengalami vertigo apabila penderita kehilangan keseimbangan atau terjatuh setelah menutup mata.

  1. Tes Impuls Kepala

Metode ini dilakukan dengan cara penderita diminta untuk fokus menatap ujung hidung dokter sementara kepala digerakkan dengan cepat ke arah satu sisi. Jika penderita tetap fokus menatap ujung hidung selama gerakan tersebut, maka penderita tidak mengalami vertigo. Begitu juga sebaliknya. Jika mengalami vertigo, maka penderita akan kehilangan fokus terhadap objek.

  1. Tes Nistagmus

Metode ini dilakukan untuk mengetahui gerakan pada bola mata dengan cara menginstruksikan penderita melakukan manuver secara cepat yang mana bisa memicu vertigo. Metode ini dibantu dengan menggunakan alat Electronystagmography atau disingkat ENG dan Videonystagmography atau disingkat VNG. Alat ini berfungsi untuk merekam gerakan mata dengan menggunakan kacamata khusus.

  1. Tes Unterberger

Metode ini dilakukan oleh penderita dengan cara berdiri dengan kedua kaki lurus ke depan dan jalan di tempat dengan mengangkat lutut setinggi mungkin. Hal ini dilakukan selama 30 detik dengan mata terpejam. Jika penderita mengalami vertigo, maka ia akan berputar ke samping pada sisi yang bermasalah.

  1. Pemeriksaan Pendengaran

Metode ini dilakukan dengan menggunakan tes garpu dan audiometri yang dilakukan oleh dokter THT. Metode ini diperlukan terutama bagi penderita yang mengalami telinga berdenging atau dikenal dengan nama tinnitus dan hilangnya pendengaran.

  1. Pemeriksaan Penunjang

Metode ini dilakukan untuk memastikan lebih lanjut apakah penderita memang mengalami vertigo atau tidaknya. Tes ini dilakukan seperti tes darah, tes urine, MRI, CT scan, dan foto rontgen.

Nah, itulah penyebab terjadinya vertigo. Apakah Anda termasuk salah satunya?

 

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*